Faktor Penentu Dalam Strategi Bauran Promosi

Strategi promosi berkaitan dengan masalah-masalah perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian komunikasi persuasif dengan pelanggan. Strategi promosi ini biasanya untuk menentukan proporsi dari bauran promosi yang ada.

Strategi Bauran Promosi berupaya memberikan distribusi yang optimal dari setiap metode promosi. Tugas tersebut tidaklah mudah mengingat efektivitas masing-masing metode berbeda dan yang paling repot, setiap metode kadang-kadang tumpang tindih (overlap) dengan metode yang lain. Berikut ini adalah faktor-faktor yang menentukan bauran promosi.
  1. Faktor Produk
  2. Faktor pasar
  3. Faktor pelanggan
  4. Faktor Anggaran
  5. Faktor Bauran Pemasaran
Sumber pustaka : Marketing untuk SMK Jilid 2 /oleh Ngadiman ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

5 Langkah Dalam Proses Perencanaan Pemasaran Adalah

Dalam melakukan segala hal dalam perusahaan perlu adanya perencanaan terlebih dahulu, dengan adanya perencanaan yang baik dan matang maka tujuan yang akan nantinya kita ingin dapatkan akan tercapai. Begitu juga dalam hal kegiatan pemasaran maka baiknya dibuat Perencanaan Pemasaran.

Perencanaan pemasasaran (marketing planning) adalah suatu bagan dari suatu desain untuk mencapai suatu tujuan. Tujuannya adalah untuk menciptakan nilai bagi konsumen dalam kondisi tetap menguntungkan perusahaan atau dalam konsep pemasaran saat ini, suatu hubungan yang saling menguntungkan.

Terdapat Lima langkah dalam proses perencanaan pemasaran, yaitu langkah pertama adalah sasaran keuangan perusahaan, dalam langkah pertama ini biasanya dinyatakan dengan pertumbuhan penjualan dan pendapatan yang ditargetkan.

Proses marketing planning [Image by marketingdonut.co.uk], 
Langkah kedua adalah audit manajemen, dalam langkah kedua ini dilakukan beberapa bentuk audit, diantaranya audit pemasaran, audit distribusi, audit manufaktur, audit keuangan, dan personalia; Adapun langkah ketiga adalah penetapan sasaran dan strategi.

Untuk menetapkan sasaran dan strategi dalam perencanaan pemasaran terdapat beberapa variabel yang disasar, yaitu sasaran pemasaran dan strategi, sasaran distribusi dan strategi, sasaran manufaktur dan stratgei, sasaran keuangan dan strategi, dan sasaran personalia dan strategi.

Langkah keempat adalah rencana, dalam langkah ini beberapa hal masuk ke dalam rencana yaitu rencana pemasaran, rencana distribusi, rencana manufaktur, rencana keuangan, dan rencana sumber daya manusia. Langkah terakhir adalah rencana perusahaan, dalam langkah ini menerbitkan rencana perusahaan yang berikan sasaran dan strategi perusahaan, sasaran dan strategi pemasaran, dan sebagainya.

Rencana pemasaran menentukan di mana perusahaan saat ini, ke mana akan pergi, dan bagaimana untuk mencapainya; rencana harus menjadi acuan bagi semua keputusan organisasi yang akan diambil.

Rencana pemasaran terletak di jantung kegiatan penciptaan pendapatan perusahaan. Apa yang harus muncul dalam rencana pemasaran strategis tertulis, yaitu: Pernyataan misi (mission statement), Hal berikut harus muncul dalam suatu pernyataan misi atau tujuan: Peran atau kontribusi, Definisi bisnis, Kompetensi inti (core competencies), Posisi unik dan berharga, dan Indikasi masa depan di pasar yang dipilih perusahaan.

Sumber pustaka : Marketing untuk SMK Jilid 2 /oleh Ngadiman ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Pengertian Audit Manajemen (Management Audit) Adalah

Audit merupakan salah satu hal yang terpenting dalam sebuah perusahaan, sebab dengan dilakukannya audit maka akan diketahui permasalahan yang terdapat dalam perusahaan tersebut dan dapat dibenahi dengan cepat.

Proses auditing memiliki dua tahap dasar, yaitu Identifikasi, pengukuran, pengumpulan, dan analisis semua fakta dan pendapat yang mempengaruhi permasalahan perusahaan; dan Penggunaan penilaian (judgment) untuk hal-hal yang tetap tidak jelas sampai analisis awal selesai dilakukan.

Ilustrasi management audit [image by kiplinger.com], 
Salah satu dari lima langkah dalam proses perencanaan pemasaran yaitu adanya audit manajemen atau management audit. Istilah audit manajemen (management audit) sebenamya berarti suatu audit tingkat perusahaan yang melibatkan pengukuran semua sumber daya internal dihadapkan pada lingkungan eksternal.

Dalam praktik, cara terbaik untuk melakukan suatu audit manajemen (management audit) adalah dengan melakukan audit secara terpisah untuk setiap fungsi manajemen utama. Oleh karena itu, audit pemasaran (marketing audit) hanyalah sebagian dari audit manajemen yang lebih luas, dilakukan dengan cara yang sama seperti cara mengaudit produksi.

Sumber pustaka : Marketing untuk SMK Jilid 2 /oleh Ngadiman ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Pengertian dan Bentuk Bentuk Audit Dalam Perusahaan Adalah

Setiap perusahaan perlu untuk melakukan audit agar mengetahui informasi atau keadaan dari perusahaan tersebut, serta jika terjadi masalah maka akan cepat untuk diselesaikan. Audit adalah suatu pendekatan yang terstruktur untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi dan data dalam lingkungan bisnis yang rumit serta merupakan suatu prasyarat penting dalam memecahkan masalah.

Perusahaan yang melakukan audit dihadapkan pada dua jenis variabel. Yang pertama adalah variabel yang tidak dapat dikontrol langsung oleh perusahaan. Variabei ini biasanya mengambil bentuk apa yang dapat dijelaskan sebagai variabel lingkungan, pasar, dan persaingan.

Ilustrasi audit perusahaan [image by dlegislaboral.com], 
Yang kedua adalah variabel yang dapat dikontrol secara penuh oleh perusahaan Variabel ini kita sebut sebagai variabel operational (operational variables). Variabel ini memberikan kita suatu Arahan mengenai cara membentuk suatu audit; yaitu, dalam dua bentuk -audit eksternal (external audit) dan audit internal (internal audit).

Audit eksternal berhubungan dengan variabel yang tidak dapat dikontrol, dan audit internal berhubungan dengan variabel yang dapat dikontrol. Audit eksternal dimulai dengan suatu pengujian informasi tentang keadaan ekonomi secara umum, dan dilanjutkan dengan pandangan tehadap kesehatan dan pertumbuhan pasar yang dilayani oleh perusahaan.

Tujuan dari audit intenal adalah untuk menilai sumber daya organisasi dalam kaitannya dengan lingkungan dan sumber daya pesaing.

Daftar pustaka: Marketing untuk SMK Jilid 2 /oleh Ngadiman ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Pengertian Analisis SWOT Adalah

Analisis SWOT (strengths, weakness, opportunities, threats) adalah Ringkasan faktor-faktor eksternal utama yang mempengaruhi kinerja pemasaran perusahaan selama tahun sebelumnya bersama dengan suatu pernyataan kekuatan dan kelemahan perusahaan dalam persaingan yang dihadapi.

Analisis SWOT (strengths, weakness, opportunities, threats) ini juga adalah ringkasan dari audit di bawah judul kekuatan dan kelemahan internal dalam hubungannya dengan peluang dan ancaman eksternal.

analisis SWOT [image by nusantaranews.co], 
Analisis SWOT berisi tidak lebih dari empat atau lima halaman komentar yang berfokus pada faktor kunci saja. Analisis tersebut memaparkan kekuatan dan kelemahan internal pembeda dalam hubungannya dengan peluang dan, ancaman utama pesaing.

Sejumlah alasan mengapa terjadi kinerja yang baik atau buruk juga disertakan. Analisis tersebut sangat menarik untuk dibaca, berisi pernyataan-pernyataan ringkas, hanya memasukkan data yang relevan dan penting, dan menekankan analisis yang kreatif.

Daftar pustaka: Marketing untuk SMK Jilid 2 /oleh Ngadiman ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Beberapa Alternatif Lain Dalam Penetapan Harga Adalah

Dalam menetapkan suatu harga jual pada sebuah barang, para produsen selalu mempertimbangkan beberapa faktor. Menurut Sudarsono terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam mentapkan harga jual, antara lain: (a) harga pokok jual barang, (b) harga barang sejenis, (c) daya beli masyarakat, (d) jangka waktu perputaran modal, (e) peraturan-peraturan dan sebagainya.

Selain kelima hal tersebut diatas, terdapat pula beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penatapan harga. Berdasarkan pendapat Kotler 1996, Dalam melaksanakan penetapan harga,  maka produsen harus memperhatikan beberapa hal, antara lain Kondisi pasar, Harga produk saingan, Elasitas permintaan dan besaran permintaan, Differensiasi dan Life Cycle Produk, serta Faktor lainnya.

Harga jual [image by hubpages.com], 
Selain hal-hal diatas, terdapat alternatif lain yang dapat digunakan dalam melakukan penetapan harga jual pada sebuah barang atau produk. Menurut Zeithaml& Bitner, 1996, Dalam menetapkan harga, produsen dapat menetapkan dengan beberapa alternatif seperti di bawah ini:

1. Penetapan harga berdasarkan biaya (cost-based pricing). Suatu strategi penetapan harga yang paling tua, dimana harga ditentukan berdasarkan jumlah biaya per satuan produk yang keluar ditambah dengan keuntungan yang diharapkan.

2. Penetapan harga berdasarkan harga competitor .Penetapan harga dilakukan dengan menggunakan harga competitor sebagai referensi, dimana dalam pelaksanaannya lebih cocok untukproduk yang standar dengan kondisi pasar oligopoli.

3. Pendekatan harga berdasarkan permintaan (demand-based pricing). Proses penetapan harga yang didasari persepsi konsumen terhadap value yang diterima (price value ), sensitivitas harga dan perceived quality. Untuk mengetahui value dari harga terhadap kualitas, maka analisa Price Sensitivity Meter (PSM) merupakan salah satu bentuk yang dapat digunakan.

Pada analisa ini konsumen diminta untuk memberikan pernyataan dimana konsumen merasa harga murah, terlalu murah, terasa mahal dan terlalu mahal dan dikaitkan dengan kualitas yang diterima.

Daftar pustaka: Marketing untuk SMK Jilid 2 /oleh Ngadiman ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
Memuat...
Powered by Blogger.